IDE ITU SESUATU YANG LUAR BIASA

Diposting pada

Ide itu bisa datang kapan saja dan dimana saja, seperti kilat yang tiba-tiba menyambar di otak kita..

Ide itu kadang tidak masuk akal dan luar biasa, terasa aneh bagi sebagian orang

Ide itu mengasyikkan, karena melahirkan hal-hal baru dalam kehidupan

Setelah sedikit membahas tentang Nilai Sebuah Ide (dapat anda baca disini). Sebagian besar orang menganggap bahwa ide itu murah, dan eksekusi dari ide itu yang bernilai mahal, apabila di eksekusi dengan baik maka ide itu akan menjadi berharga. Tapi saya masih punya keyakinan bahwa ide itu mahal. Karena tanpa sebuah ide maka tidak akan ada hal yang akan di eksekusi, apabila sebuah ide sudah di eksekusi maka akan menjadi sebuah produk, dan tidak bisa dikategorikan sebagai ide lagi. Selain dari baik atau buruknya eksekusi yang dilakukan dari sebuah ide sehingga sebuah ide bisa menjadi berharga. Pengembangan yang berkelanjutan juga akan menjaga ide dan produk yang dikembangkan bisa diterima oleh pengguna/masyarakat.

Secara garis besar, menurut saya ide itu dibagi dalam 2 kategori, yaitu ide murni/original dan ide lanjutan/pengembangan.

IDE MURNI/ORIGINAL

Dari ide jenis inilah ditemukannya sesuatu produk/jasa yang pertama kali ada, semacam listrik, lampu, telepon, mobil, motor, pesawat terbang dll. Ide-ide ini sudah terjadi dan kita dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Ide ini biasanya membutuhkan proses trial and error yang sangat panjang dan lama. Biasanya penemu dari hal-hal hebat ini dikucilkan oleh masyarakat karena dianggap gila, sinting dll. Tapi tanpa jasa mereka, kita tidak akan bisa menikmati fasilitas yang nyaman seperti saat ini.

IDE LANJUTAN/PENGEMBANGAN

Ide ini yang banyak muncul setelah penemuan-penemuan benda-benda yang luar biasa, kalo istilah di industri saat ini adalah ATM (amati-tiru-modifikasi). Banyak produk yang tercipta akibat proses ini. Pengusaha saling intip untuk melihat apa yang dikerjakan kompetitior mereka dan mencoba menciptakan sesuatu dengan lebih baik. Pasar pun di penuhi oleh produk yang sejenis tapi dengan kualitas dan harga yang bersaing. Sehingga konsumen pun mempunyai lebih banyak pilihan untuk menentukan produk mana yang akan di pakai.

Dalam industri digital/start up saat ini sangat sarat dengan ide model ATM ini. Banyak produk/jasa yang sejenis tapi mereka memberikan benefit yang lebih baik dari yang lain, dan akan ada layanan lain muncul yang diberikan oleh pesaing sehingga membuat perusahaan tersebut terus berkembang dan mencoba memberikan layanan terbaik untuk pelanggan. Banyak yang sukses dan mendapatkan investor lebih besar, tapi banyak juga yang jatuh dan terkapar karena salah perhitungan dan membakar uang lebih banyak.

Dalam dunia e-commerce saat ini juga sedang berdarah-darah dalam persaingan. Memberikan diskon baik di hari biasa ataupun HARBOLNAS, gratis ongkir, iklan media yang masih masif, bekerjasama dengan influencer dan branded store, memakai brand ambasador orang-orang yang terkenal dll. Apapun mereka lakukan untuk bisa menjadi yang lebih baik dari kompetitor mereka. Mungkin satu hal yang tidak mereka sadari, mereka tidak punya produk sendiri atau branding sendiri. Mereka hanya penyedia platform, mereka menjual produk orang lain yang hanya mendapatkan keuntungan yang tipis.

Karyawan yang banyak dan bertalenta, kantor-kantor yang megah dan berlokasi di tempat-tempat strategis, gudang yang besar, hanyalah karena ingin orang melihat bahwa mereka besar dan layak diperhitungkan sehingga mampu menarik investor yang besar. Jumlah pengguna yang bertambah dan transaksi yang bertambah juga menjadi porto folio mereka untuk menggaet investor.

Apakah mereka sudah profit??

Saya sendiri juga belum yakin, dengan margin yang kecil dan pengeluaran yang cukup besar mungkin akan membuat profit mereka tergerus sehingga mereka masih membutuhkan peran investor untuk tetap terlihat besar.

Seharusnya mereka melihat toko/minimarket yang dulu juga sempat mewabah dan berkembang di Indonesia, pola mereka hampir sama. Hanya saja mereka mempunyai tempat yang nyata dan produk yang bisa langsung di beli dan di manfaatkan oleh pembeli tanpa harus menunggu di kirim kurir. Pada awal berdirinya minimarket, mereka juga hanya sebagai penjual dan penyedia tempat, barang adalah milik vendor atau rekanan mereka dengan sitem konsinyasi. Barang terjual baru mereka membayar kepada vendor.

Tapi perhatikan apa yang terjadi saat ini, mereka mulai mengisi rak-rak mereka dengan produk-produk private label mereka. Mungkin mereka memang tidak memproduksi sendiri produk tersebut, tapi mereka berhasil memaksa produsen produk untuk membranding sebagian produk yang di jual dengan nama mereka (private label).

Dengan begitu mereka akan mendapatkan selisih keuntungan yang lebih baik dan juga sarana promosi buat toko mereka.

Jadi PR untuk pemilik e-commerce saat ini adalah menemukan produk yang cocok dan bisa menunjang operasioanal dan kelangsungan hidup mereka. Karena mereka berada dalam industri digital, maka produk digital menurut saya adalah yang terbaik dan bisa langsung terdeliver kepada pngguna, hal akan sangat bisa membantu kelangsungan hidup bisnis mereka.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *