Kecurangan Dalam Bisnis Asuransi Umum

Diposting pada

Kali ini saya akan mencoba sedikit menuliskan tentang kecurangan di Asuransi umum. Khususnya untuk segmen Motor Vehicle (MV). Kenapa MV..? karena setiap asuransi umum pasti mempunyai produk MV sehingga ini menjadi primadona dan artinya mempunyai potensi kecurangan atau fraud yang sangat besar.

Apa Itu Fraud

Kecurangan atau fraud adalah suatu tindakan yang DISENGAJA oleh satu individu atau lebih dalam manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola, karyawan dan pihak ketiga yang melibatkan penggunaan tipu muslihat untuk memperoleh suatu keuntungan secara tidak adil atau melanggar hukum.

Fraud pada dasarnya merupakan SERANGKAIAN KETIDAKBERESAN (irregularities) dan perbuatan melawan hukum (illegal act) yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dan merugikan pihak lain. Sumber dari SINI

Fraud Dalam Asuransi

Kalo di asuransi sendiri apakah ada kecurangan..?? Tentu saja ada, hanya saja manajemen bisa mendeteksi atau tidak itu sebenarnya pertanyaannya. Sebenarnya dari sisi manajemen sendiri sudah memberikan langkah pencegahan untuk mengatasi hal ini. Dengan adanya audit internal maupun external atau dengan melakukan rolling pada sejumlah posisi yang dianggap penting. Sehingga bisa menutup celah internal perusahaan untuk melakukan kecurangan.

Bagaimana untuk fraud yang dilakukan oleh pihak eksternal?? Tentu saja ada, ingat asuransi mempunyai beberapa lini pemasaran selain marketing/sales perusahaan sendiri. Ada kerjasama dengan broker, dealer, leasing, bank dan agen individu (intermediary). Yang sebenarnya agak aman dari praktek ini adalah dari Bank dan Leasing, karena mereka biasanya terikat dengan perjanjian yang langsung dari kantor pusatnya, sehingga potensi melakukan KETIDAKBERESAN ini menjadi sangat kecil. Tapi apakah ada potensi fraud dari segmen ini?? Tentu saja ada, yang paling jelas dan banyak saat ini adalah dari penggunaan kendaraan (MV). Pada waktu awal pembelian di laporkan untuk penggunaan pribadi/dinas, tapi pada kenyataannya unit di gunakan untuk kegiatan komersil (di sewakan atau untuk mengangkut penumpang/barang).

Sedangkan untuk kerjasama dengan intermediary yang lain, sangat terbuka sekali kesempatan untuk melakukan kecurangan ini. Kecurangan ini bisa dari sisi apapun, mulai dari penutupan, pembayaran maupun klaim. Khususnya dari sektor MV yang potensinya sangat besar. Kenapa MV..?? Karena dari proses penutupannya sendiri yang tidak memerlukan data yang rumit, hanya di butuhkan SPPA (Surat Permintaan Penutupan Asuransi) copy ID tertanggung, copy STNK kendaraan dan survey kendaraan.

Pola dalam Fraud

Menurut pengalaman saya ketika menjadi staff klaim, kebanyakan fraud bisa diketahui baru apabila terjadi klaim. Tapi sebenarnya itu malah bisa menjadi catatan positif dari perusahaan. Karena perusahaan bisa memetakan mana intermediary yang credibel dan layak untuk di pertahankan dan mana sumber bisnis yang layak untuk di buang. Karena fraud itu adalah tindakan yang DISENGAJA dan berawal dari SERANGKAIAN KETIDAKBERESAN, maka tindakan fraud oleh seseorang akan memiliki pola yang sama dan ber-ulang. Data inilah yang bisa digunakan perusahaan untuk menentukan layak atau tidaknya intermediary untuk di pertahankan.

Jadi untuk asuransi baru yang masih menjadikan bisnis MV menjadi penopang utamanya, kiranya harus lebih berhati-hati dan selalu melakukan pengawasan dalam proses penutupan. Mungkin pada awalnya akan ada intermediary yang menawarkan bantuan untuk survey sendiri, dengan alasan apapun. Sebaiknya selalu di jadikan catatan sendiri atau mungkin di berikan klausula khusus apabila survey tidak dilakukan oleh pihak asuransi langsung. Karena survey penutupan ini bisa menjadi sangat menentukan di saat nanti tertanggung mengajukan klaim.

Untuk tulisan saya yang lain mengenai asuransi silahkan lihat DISINI 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *