Pengembangan Bisnis Asuransi Umum

Diposting pada

Jika kita perhatikan, asuransi umum di Indonesia saat ini sangat minim dengan inovasi. Yang paling baru mungkin asuransi untuk produk elektronika termasuk gadget. Sedangkan bisnis utamanya yang sangat bersaing dari dulu adalah segmen Motor Vehicle. Dimana ada asuransi baru, pasti produk MV ini menjadi produk andalan yang pertama kali ada di katalog produknya.

Padahal dari potensinya, perkembangan produk MV sangat tergantung pada daya beli masyarakat dan regulasi dari pemerintah. Persaingan di segmen ini sangat sengit karena semua perusahaan asuransi mempunyai produk unggulan di segmen MV ini.

Saya menawarkan konsep atau ide baru untuk pengembangan produk asuransi umum dan tentu saja di luar produk MV. Sebenarnya ini lebih ke perpaduan antara produk PA 24jam dan juga asuransi profesi.

Konsep dari pengembangan produk ini menyasar ke pekerja ahli atau siapapun yang di pekerjakan “under contract”.

Selama ini kalau asuransi menyasar perusahaan yang di kejar kan hanya asuransi untuk aset dan karyawannya. Kalo asuransi aset jelas, menyasar di properti, kendaraan, alat kerja dll. Sedangkan asuransi karyawan sebatas asuransi kesehatan dan asuransi tenaga kerja (bisa pakai BPJS atau asuransi swasta lain). Dan yang menerima manfaat dari asuransi ini adalah karyawan yang bersangkutan.

Saya sudah menuliskan beberapa postingan tentang konsep ini di akun linkedin saya. Terakhir saya ingin membahas, kenapa perusahaan mau membeli produk ini dengan rate mahal??. Seperti yang saya utarakan di atas, asuransi karyawan yang diberikan oleh perusahaan saat ini manfaatnya di terima oleh karyawan sendiri.

Bagaimana kerugian terhadap perusahaan akibat investasi yang sudah dikeluarkan??. Konsep dari asuransi inilah yang akan meng-cover kerugian perusahaan atas ketidakmampuan karyawannya akibat kecelakaan. Tentu saja nilai penggantian adalah nilai yang sudah di sepakati pada awal penutupan (agreed value).

Sebagai ilustrasi :

Seorang Atlet Sepakbola mendapatkan kontrak di klub baru dan transfer fee yang lumayan besar. Belum lama bermain di klub baru tersebut, atlet ini mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap sehingga dia di vonis tidak bisa bermain bola lagi dan harus pensiun dini.

Pada saat pengobatan di Rumah Sakit memang klub tidak mengeluarkan uang karena sudah di cover oleh asuransi kesehatan. Tapi ketika atlet tersebut harus pensiun dini maka ada kerugian di pihak klub karena sudah mengeluarkan biaya transfer yang lumayan besar tetapi tidak bisa memanfaatkan keahlian dari atlet tersebut.

Konsep asuransi “under contract” yang saya tawarkan inilah yang akan meng-cover kerugian dari pihak klub atas biaya investasi yang sudah dikeluarkan. Manfaat ini juga akan di terima apabila seseorang yang sudah di kontrak meninggal dunia akibat kecelakaan. Jadi perusahaan juga tidak akan merasa kuatir untuk ber investasi kepada sumber daya manusia nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *