Photo by Mark König on Unsplash

Ujian Toko Online

Diposting pada

Di Indonesia toko online masih sangat banyak dan menawarkan promo-promo yang menarik saat ini. Strategi promo potongan harga dan gratis ongkos kirim masih banyak di gunakan untuk menarik minat pengguna. Meskipun di sisi lain mereka mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menjalankan promo tersebut.

Dengan banyaknya toko online yang ada, saya sempat berpikir bahwa suatu saat nanti pasti ada hukum “siapa yang kuat pasti akan bertahan”. Dan terbukti, ada beberapa toko online yang ganti pemilik, merger dan bahkan gulung tikar. Salah satu contoh yang mengumumkan akan tutup baru-baru ini adalah blanja.com.

Toko Online yang di dukung oleh salah satu perusahaan besar di Indonesia ini sudah menutup operasionalnya pada tanggal 01 September 2020. Berita lebih lengkapnya bisa di cek di SINI

UJIAN SESUNGGUHNYA BAGI TOKO ONLINE

Saat ini hampir semua dunia usaha dan industri sedang mengalami cobaan. Dengan adanya pandemi COVID-19 ini semua usaha menjadi melambat, pengurangan karyawan menjadi hal wajar. Dengan adanya pembatasan dan masih di tutupnya mall dan pusat perbelanjaan maka potensi pengguna belanja online semakin lebih besar. Tapi ternyata dengan semua aturan tersebut, membuat masyarakat menjadi semakin sulit untuk mendapatkan penghasilan sehingga daya beli juga menurun. Pemenuhan kebutuhan pokok menjadi prioritas bagi sebagian besar masyarakat.

Selain faktor diatas, saya melihat bahwa banyak perusahaan toko online saat ini kurang tahu karakteristik dari masyarakat di Indonesia. Yang mereka tahu bahwa masyarakat suka promo dan diskon, sehingga program tersebut masih menjadi unggulan. Padahal masih ada hal lain yang bisa di kembangkan.

Yang kurang di sadari adalah, hampir semua toko online yang ada tidak mempunyai produk sendiri. Bandingkan dengan minimart yang ada saat ini, hampir semua sudah mempunyai produk sendiri (private label) yang di jual di gerai-gerai mereka.

Sedangkan toko online saat ini hanya seperti platform saja untuk menjajakan produk orang lain. Sudah menyediakan platform, bikin promo dan diskon, persaingan banyak lagi. Begitu jual harga normal pembeli pindah ke tempat lain. Toh pembeli tidak butuh biaya transport untuk ngecek dan pindah ke toko lain, sambil rebahan juga bisa. Yang di untungkan adalah produsen dan pembeli.

SOLUSI YANG SAYA TAWARKAN

Trus solusinya apa…?? Solusinya adalah anda harus membuat produk yang bisa membuat pengguna menjadi loyal. Meskipun pesaing memberikan promosi tempat mereka tapi pengguna akan setia untuk membelanjakan uang mereka di tempat anda. Ga perlu takut di saingi, yang anda jual kan produk anda sendiri dan di toko anda sendiri, toko lain ga punya produk itu. Penasaran kan…, bisa anda baca di SINI

Sebelum kita berdiskusi lebih lanjut, tolong di siapkan data :
  • Berapa pengguna anda saat ini (terdaftar) ?
  • Dari pengguna yang sudah terdaftar, berapa jumlah pengguna aktif/pasif anda saat ini ?
  • Berapa banyak pengguna dengan saldo dibawah Rp. 20.000 di akunnya ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *